• 19

    Mar

    Cinta Kepada Hidup

    …… Cinta kepada hidup Memberikan senyuman abadi Walau hidup kadang tak adil Tapi cinta lengkapi kita… …… Sepenggal syair indah ‘ Laskar Pelangi ‘ menuntun hati kita agar senantiasa menciptakan hidup yang selalu menyenangkan untuk di jalani dalam situasi apapun. Namun hati tak sejalan dengan keadaan hidup. Keadaan hidup yang terjerembab dalam kepahitan seperti mahligai rumah tangga yang berantakan, usaha yang sedang dijalani terancam bangkrut, sakit yang tak kunjung sembuh ataupun putus cinta (ehem..). Kadang membuat kita putus asa, serasa tak ada semangat hidup. Meski demikian, kita harus data survive yakni dengan menanamkan semangat bahwa kita memiliki Tuhan yang kekkuasaanNya tidak terbatas dan tidak bertepi, tidak seperti kemampuan kita. D
  • 27

    Feb

    Melihat Tuhan Dalam Penderitaan

    Tadi pagi saya baru saja membaca salah satu buku Ust. Mansyur. Dalam salah satu sub babnya berjudul Melihat Allah Dalam Penderitaan. Mengundang tanda tanya bagi saya. Mengapa Tuhan bisa menderita? Ternyata, hal yang tersirat di dalamnya adalah kita butuh sedih untuk merasakan artinya bahgia. Kita butuh sakit untuk mengetahui betapa nikmatnya sehat. Kita butuh air mata agar kita mengetahui betapa indahya tersenyum. Namun, siapa yang mau merasakan kepahitan dalam hidup ini? Tak ada yang ingin sakit, bukan? Tak ada pula yang ingin bersedih. Namun, sering kali kita, hanya melihat Tuhan saat kita susah. Kita hanya melihat Tuhan dalam keadaan menderita. Disaat kita kaya, disaat kita senang kadang kita lupa dengan nikmatNya. Seperti lupa membaca doa sebelum makan, lupa berdoa sebelum bekerja, l
  • 3

    Dec

    Tuhan 'Nyentil' aku

    Aku terlahir dgn agama islam, sudah sepatutnya aku 5 kali menyembahNya.. Namun dari semalam tak ada sujudku untukNya, ak meninggalkan 3 waktu untuk menyembahNya. Dosaku menumpuk..padahal semua nikmat tlah kudapati tak ada waktuku untuk mengingatNya seraya bersujud di hadapanNya.. Akhirnya, ia menegurku hari ini, agar ak sesegera mungkin meninggalkan bad habitku ini. Ia memberikan cobaan kepadaku secara bertubi-tubi. Aku harus mebuat keputusaan saat aku sedang kalut. Entah keputusanku benar atau tidak. Yang jelas ak kalut. Yang sudah terjadi biarlah terjadi. Tuhan pasti punya rencana lebih baik dari ini. Aku hanya bisa bergantung padaMu..Sorry God, I’m Guilty.. (special thanx buat Idepz, stlah baca blognya, gw jadi lbih tegar. Thx bro,,u make me realize)
-

Author

Follow Me

Search

Recent Post