Mencari Hikmah Dari Kepedihan

6 Sep 2009

Dear guys, apa kabar kalian?
Hmmm.. I’m so missing u all.. J

Duwh..maaf baru sempet up date karena selama ini ak mencari hikmah dari seorang anak berusia 6 tahun, yang merupakan korban Tsunami (kedengarannya agak lebay :mrgreen: ).

Anak berusia 6 tahun yang bersusah payah menghafal bacaan shalat demi ujian di sekolahnya dan sebuah kalung impiannya. Delisa namanya. Alisa Delisa tepatnya. Setiap kali ada waktu senggang ia pergunakan menghafal bacaan shalat dimana pun ia berada. Namun sering kali ia terbalik-balik susunannya bahkan ia lupa tiba-tiba. Tetapi itu tak lantas membuatnya patah semangat. Dan saat ia shalat pun ia masih sempat lupa. Setiap hari ia berjuang untuk menghafal bacaan itu. Namun, disaat ujian shalat tiba di sekolahnya, ia sudah siap mengerjakan shalat dengan sempurna. Dengan bacaan yang tidak terbolak-balik ataupun lupa. Ia benar-benar ingat. Namun saat ia hendak sujud, badai Tsunami menerjangnya hingga membawa ia kedalam kelumpuhan. Begitulah sepenggal kisah sedih yang ak baca karangan Tere Liye J yang bertajuk “Hafalan Shalat Delisa” Di dalam buku itu, Delisa mengajarkan pembaca untuk ikhlas padahal umurnya belum mengerti arti hidup.

It’s so awesome book. Tapi ak nyesel bacanya. Nyesel baca di malam hari karena mata ak jadi sembab esok paginya :mrgreen: Banyak bagian-bagian dari buku itu yang membuat ak menagis. Buku itu benar-benar begitu mengharukan. Dari sekian banyak bagian yang mengharukan, ak paling terharu saat Delisa bercerita kepada Ayahnya yang baru tiba dari luar negeri, menjenguknya di Rumah Sakit setelah beberapa hari mencarinya. “Abi, (panggilan ayah Delisa) rambut Delisa dicukur terus gigi Delisa copot dua kaki kanan Delisa juga di potong” (kalau tidak salah seperti itu penggalan dialognya) Delisa bertutur layaknya ia mengadu saat dijahili kakaknya, seraya memamerkan giginya yang tanggal. Seolah tak ada hal besar yang menimpanya. Begitu ikhlas ia.

Penulis itu benar2 sukses menyihir pembacanya untuk menyelami lembar demi lembar buku itu. Begitu menyentuh. Begitu Mengharukan. Walau endingnya agak gantung, rasanya ak ingin ada sequel buku dari buku itu. Buku itu memang terbitan jadul, tapi entah mengapa ak tiba-tiba ingin membeli buku saat ak lihat penjual buku selepas ku pulang kerja. Dan ternyata, ak ga nyesel belinya.

Than, kalau kalian buku apa yang paling berkesan yang pernah dibaca?

Ps. Tulisan in hanya just 4 share bukan ulasan buku seperti Teh Any atau master-master yang lain J


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post